Tampilkan postingan dengan label Wisata Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

Jangan Bersedih Hati

Jika ALLAH menghendaki dua hati untuk dipertemukan..

Maka DIA tak hanya akan menggerakkan hati salah satu dari keduanya..

Akan tetapi DIA akan menggerakkan hati keduanya untuk segera dipersatukan dalam sebuah jalinan kasih yang diridhai NYA..

Ketahuilah..

Hanya ALLAH yang paling Tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa seorang hamba akan dipertemukan..

Sesungguhnya DIA lah Perancang Terbaik bagi semua makhluk NYA..

Percayalah..!! 


Sumber: leraga.blogspot.com

Senin, 07 April 2014

Kupu kupu

Ketika dia masih ulet bulu, semua orang memandangnya dengan sebelah mata. Tetapi dia tetap tabah dan tidak mengeluarkan air mata.

Sewaktu dia masih ulet bulu, jalannya terseok². Tetapi kini dia bisa terbang dengan berlenggak lenggok.

Saat dia masih ulet bulu, dia dibasmi. Tetapi kini dia dicari dan dikoleksi.

Perjalanan hidup manusia bagai kupu².
Asal tangguh dan bersabar dengan kehidupan pahit, maka dia akan meraih bintang di langit.

*****

Ketahuilah, bahwa terkadang ada beberapa nikmat Allah SWT yang baru bisa digapai manusia dengan harus melalui cobaan dan ujian berat terlebih dahulu.

Bila dia sanggup bersabar dan tabah dalam menjalani musibah yang menimpanya, maka nikmat besar yang akan Allah SWT berikan akan berhasil diraih.

Namun jika tidak, dia hanya menemukan kepedihan yang berbalut keluh kesah yang tiada arti.


Sumber: leraga.blogspot.com

Selasa, 07 Januari 2014

Jangan menyiksa diri sendiri

Masih menyukai seseorang yang nyata2 tidak menyukai kita.
Hanya akan membuat hati kecewa.

Masih berharap seseorang yang nyata2 tidak mengharapkan kita.
Hanya akan membuat hati tersiksa.

Masih mencintai seseorang yang nyata2 tidak mencintai kita.
Hanya akan membuat waktu terbuang sia-sia.

Daripada sibuk memikirkan hal2 yang tiada berguna.
Akan lebih baik untuk menyayangi diri sendiri.

Mulai dengan berusaha menjadi pribadi yang baik.
Berakhlak mulia.
Santun dalam berkata.
Tanamkan iman dan takwa.

Pada akhirnya.
Allah akan kirimkan kepada kita.
Seseorang yang pantas untuk kita.....insya Allah .


Sumber: leraga.blogspot.com

Rabu, 01 Januari 2014

Saat Paling Jauh

Saat yang paling jauh adalah saat mata mampu memandang orang yang kita cintai...
NAMUN kita tak dapat menatapnya dengan halal.

Saat yang paling jauh adalah saat kita berhadapan dengan orang yang kita cintai NAMUN kita haram menyentuhnya.

Saat yang paling jauh adalah ketika tangan mampu meraihnya NAMUN dia tlah menggenggam jari tangan yang lain.

Saat yang paling jauh dan menyakitkan adalah pada saat kita berada di sebuah acara Ijab Qobul,

NAMUN Orang yang kita cintai
bersanding dengan Insan yang menjadi pilihannya..


Sumber: leraga.blogspot.com

Sabtu, 21 September 2013

Macam Najis Yang Sering Dialami Serta Cara Menyucikannya

Sebagaimana di sebutkan dalam hadis-hadis Rasulullah Saw diantara beberapa benda-benda yang tergolong najis dan bagaimana cara menyucikannya :
Dari Anas Bin Malik Rasulullah Saw “Pernah masuk kamar kecil, kemudian aku dan seorang pemuda sebayaku membawakan sebuah bejana berisi air dan sebuah tongkat. Beliau pun beristinja’ dengan air itu” (HR Muslim, Bukhari, Nasai Dan Ahmad).
Air kencing dan kotoran manusia termasuk najis yang harus disucikan. Menyucikan najis ini dilakukan dengan cara istinja’ yaitu membersihkannya dengan air, kertas, kain, tisu, atau tiga buah batu.
Dari Ali Bin Abu Thalib Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah bersabda tentang tentang air kencing bayi laki-laki yang masih menyusu “Kencing bayi laki-laki cukup disiram dengan air, sedangkan kencing bayi perempuan harus dicuci”. Qatadah berkata “Ini berlaku selama keduannya itu belum makan, kalau sudah makan harus dicuci semuanya (baik air kencing bayi laki-laki ataupun perempuan)”. (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Dan Ibnu Majah).

Air kencing byi perempuan termasuk najis. Cara menyucikannya adalah bagian yang terkena air kencing bayi perempuan harus mencucinya dengan air. Demikian pula untuk bayi laki-laki yang telah makan-makanan selain air susu ibunya. Adapun air kencing bayi laki-laki yang belum di beri makan menyucikannya ialah cukup menyiramnya dengan air pada bagian yang terkena air kencing.
Dari Shal Bin Hunaif, dia berkata “Aku banyak mengeluarkan madzi dan sering mandi karenanya, lalu aku tanyakan hal ini kepada Rasulullah Saw, lalu beliau bersabda: “Cukuplah bagimu wudhu”. Aku bertanya “Ya Rasulullah, bagaimana dengan madzi yang mengenai pakaianku”. Beliau menjawab “Cukuplah kau ambil air dengan telapak tanganmu, kemudian kamu siramkan dibagian pakaianmu yang kamu kira terkena madzi itu” (HR Abu Dawud, Ibu Majah, Ahmad, dan Darimi).
Madzi adalah cairan bening yang keluar dari kemaluan ketika timbul syahwat. Wadi adalah cairan kental yang keluar setelah keluarnya air kencing, atau keluar karena disebabkan kelelahan yang berlebihan. Cara menyucikannya adalah dengan mencuci kemaluan dan menyiramkan dengan air ke bagian yang tekena madzi atau wadi.
Dari Asma dia berkata “Seorang perempuan datang kepada Rasulullah Saw lalu bertanya “Salah seorang diantara kami pakaiannya terkena darah haid, bagaimana ia harus berbuat?” Beliau menjawab “Ia mengeriknya, menggosoknya dengan air, lalu mencucinya, kemudian shalatlah dengan pakaian itu”. (HR Muslim, Bukhari, Tirmidzi, Nasa’I, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Malik, dan Darimi).
Dengan dalil diatas para ulama menyimpulkan, bila pakaian atau kain terkena darah haid atau darah nifas, cara menyucikannya adalah dengan mencuci pakaian atau kain tersebut dengan air, sekalipun tidak hilang bekas darahnya.
 
Sumber: http://www.the-lovestory.com

Rabu, 24 Juli 2013

7 Syarat Agar Doa Dikabulkan

Agar doa dapat dikabulkan, haruslah kita menjalankan tata cara dalam berdoa dengan benar. Cara kerja efek doa ini semacam kode etik yang harus dijadikan aturan dan ukuran dikabulkan atau tidaknya sebuah doa. Diantaranya ada 7 Syarat Agar Doa dikabulkan.
 
Pertama adalah Husnuzhzhan (berbaik sangka) berdoa dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan. Pada dasarnya berdoa memang harus penuh dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan, seperti dalam hadist Qudsi "Aku bergantung pada prasangka hambaku, dan aku akan selalu menyertai jika ia berdoa kepadaku". [HR Al-Bukhari dan Muslim].

Dan Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa, Berdoalah kalian kepada Allah Swt. Dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi tertutup” [HR Al-Tirmidzi].

Kedua adalah berdoa dengan penuh kerendahan diri, kelembutan, tidak melampaui batas, disertai dengan perasaan takut dan penuh dengan rasa harapan. Allah Swt pernah berfirman, “Berdoalah kepada tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Seseungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS Al-A’râf [7]: 55-56).

Dan Rasulullah Saw pernah bersabda, “Wahai orang-orang! Kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak sedang berdoa kepda yang tuli dan yang tiada. Sesungguhnya kalian berdoa kepada zat yang maha mendengar lagi maha melihat” [HR Al-Nasa’i].

Ketiga adalah berdoa yang tidak dilakukan ketika mendapatkan kesusahan saja. Kesadaran berdoa akan mudah terlaksana dengan khusyuk ketika kita sedang menghadapi kesusahan, kekurangan dan terimpit masalah. Padahal Rasulullah Saw berkata “Barang siapa sering dikabulkan doanya pada saat sulit dan susah, perbanyaklah berdoa disaat senggang”. [HR Al-Tirmidzi].

Bahhkan Allah Awt sangat mengecam orang-orang yang hanya berdoa ketika sedang mengalami kesulitan saja namun setelah kesulitan itu hilang dia seakan melupakannya, Allah Swt berfirman “Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi ketika kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah di jadikan idah bagi ora g-orang yang telah melampaui batas apa yang mereka kerjakan” (QS Yûnus [10]: 12).

Keempat adalah berdoa dengan tidak disertai dengan menyekutukan Allah. Allah Swt tidak akan menerima dari orang yang menyekutukannya, meminta kepada selainnya dan mengharapkan kekuatan lain selain Allah yang dapat mengabulkan permohonannya. Allah Swt berfirman “Dan jangan pula engkau sembah tuhan lain selain Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenangnya, dan hanya kepadanya kamu dikembalikan”. (QS Al-Qashash [28]: 88).

Kelima adalah berdoa tidak meminta disegerakan atau memaksakan kehendak untuk dijabah, tidak berdoa untuk perbuatan dosa, dan tidak memutuskan silaturahim. Karena Rasulullah Saw pernah bersabda “Suatu kepastian dikabulkannya doa seorang hamba selama ia tidak berdoa untuk dosa, memutuskan silaturahim, dan selama ia meminta tidak disegerakan (Isti’jal). Ditanyakan kepada beliau, apa itu isti’jal?” Beliau menjawab, “Ia mengatakan, sungguh aku telah berdoa, tapi aku tidak melihat Allah mengabulkannya. Dalam keadaan seperti itu, ia merasa diabaikan, lalu meninggalkan doa tersebut” (HR Muslim).

Keenam Adalah dengan mnjauhi makanan haram agar doa terkabul, agar doa dikabulkan kita harus menjaga perut kita dari makanan dan minuman yang haram, baik dari cara mendapatkannya maupun makannanya itu sendiri mengandung dari zat yang haram. Firman Allah “Wahai Rasul! Makanlah yang baik-baik serta kerjakanlah amalan saleh. Sesungguhnya aku maha mengetahui apa yang kalian perbuat”.

Dan Ketujuh Doa harus memberikan pengaruh dan mamfaat bagi kehidupan. Allah Swt berfirman “tahukah kamu orang yang mnedustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan yang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya, yang berbuat ria, dan enggan memberikan bantuan” (QS Al-Mâ’ûn [107]: 1-7).



Sumber: http://www.the-lovestory.com
 
 
 
 
 
 

 

Rabu, 05 Juni 2013

Dua hati yang dicintai Allah


Ada dua jenis hati yang di cintai oleh ALLAH SWT...?

1.Hati yang selalu bertaubat kepada ALLAH SWT, menyadari setiap kesalahannya dan selalu ingin berusaha untuk mendapatkan Taubat yang sebenar benarnya dengan menjalani rukunnya:

1. Menyesali didalam hati atas setiap perbuatan dosa dosanya terdahulu.

2. Meninggalkan perbuatan dosa tersebut.

3. Berniat dan berusaha untuk tidak kembali berbuat dosa. Dan itu apabila dosa antara kita dan ALLAH, apabila antara sesama kita sesama manusia ada tambahan satu lagi...

4. Apabila kita berbuat dosa dengan mengambil hak orang lain maka harus Mengembalikan hak orang lain tersebut..
Dengan inilah sempurna nya kita mendapatkan Taubatan Nasuhah, dan kita akan mendapatkan kecintaan ALLAH SWT.

2.Hati yang bersih. Bersih dari setiap perilaku hati yang buruk, seperti bersih dari iri, bersih dari dengki dan kebencian untuk orang lain, bersih dari perasangka buruk kepada orang lain, bersih dari penglihatan hati yang sinis terhadap orang lain, bersih dari dendam, bersih dari tidak mau memaafkan kesalahan Orang lain. Dan pula membersihkan perbuatan buruk yang dilakukan oleh jiwa raga karena semua itu terikat dengan hati. Semua itu apabila kita sudah membersihkannya/menjauhkannya maka bersihlah hati kita dan kita mendapatkan kecintaan ALLAH SWT.

ALLAH berfirman: "(Sesungguhnya ALLAH mencintai orang orang yang bertaubat dan mencintai orang orang yang bersuci(memberishkan hati & jiwa).[Surah Albaqoroh ayat 222].

Hati yang selalu bertaubat kepada ALLAH dan Hati yang selalu berusaha mensucikan dirinya
 
Sumber:  http://leraga.blogspot.com

Minggu, 26 Mei 2013

Wisata Hati :: Bicara atau Diam

Bicara atau diam

Terkadang kamu memilih untuk mengabaikan seseorang, bukan karena tak peduli. Tapi terpaksa kamu tempuh untuk menghindarkan dirimu dari luka..

Dalam situasi tertentu kita harus bijak memilih bicara untuk menjelaskan, Namun di sisi lain jika keadaan tak memungkinkan diam itu lebih baik..

Adakalanya diam itu emas manakala dengan bicara malah menimbulkan perselisihan.

Namun terkadang bicara itu berlian tatkala kita telah mampu menguasai diri sehingga pembicaraan terfokus kepada solusi yang diharapkan.

Betul?
Sumber: http://leraga.blogspot.com